5 Hal Yang Harus Anda Waspadai Saat Renovasi Rumah

 

Perlu anda ketahui, walaupun anda ingin melakukan renovasi rumah untuk mempercantik rumah anda atau memperbaiki rumah anda agar tetap nyaman untuk di tinggali. Anda pun juga harus memperhatikan hal-hal detail lainnya yang itu sebenarnya berbahaya bagi keluarga anda sendiri ketika proses renovasi rumah itu terjadi. Dan ketika anda melakukan renovasi rumah, sebenarnya apa yang harus anda waspadai agar keluarga anda tetap bisa aman dan nyaman . Untuk itu disini kami akan menjelaskan tentang beberapa bahaya yang anda harus waspadai, dan dalam aspek ini anda pun harus sedini mungkin mengetahui hal ini . Agar ketika anda melakukan renovasi rumah, anda sudah siap untuk mengantisipasinya.

 

  1. Waspada Bahaya Asebstos

Ada satu artikel yang kami temukan, menjelaskan bahwa antara tahun 1945 hingga 1980, bahan asbestos kerap digunakan dalam industri konstruksi di Australia. Seiring waktu, masyarakat mulai menyadari bahwa bahan ini amat beracun, dan pemakaiannya pun dikurangi, hingga akhirnya dilarang sama sekali sejak 31 Desember 2003. Namun, masih banyak yang beresiko terkena penyakit berbahaya terkait asbestos , terutama pekerja konstruksi. Apalagi masih ada saja yang mengedarkan bahan ini.

Asbestos adalah kelompok mineral alami yang terbuat dari ksristal-kristal yang berukuran amat kecil dan berserat, termasuk chrysotile, amosite dan crocidoite. Asbestos berasal dari bawah tanah. Serat absestos begitu kecil hingga dapat dihirup hingga memasuki paru-paru. Serat-serat tersebut kemudian bisa tertanam di paru-paru dan mengakibatkan penyakit yang bisa mematikan, antara lain penciutan paru-paru dan kanker paru-paru mesothelioma.

Jadi, pada dasarnya disini terkait renovasi rumah, hal yang harus di waspadai adalah ketika kita melakukan renovasi rumah, cobalah untuk teliti terkait bahan-bahan yang digunakan. Jangan sampai kita salah memilih bahan yang bisa jadi mengancam bahaya keuarga kita.  Namun, bahan asbestos disini sebenarnya masih aman jika tidak di utak-atik, dalam artian tidak di potong, dibor, atau di amplas. Hal ini dikarenakan dalam proses seperti serat asbestos akan mudah terurai dan terhirup oleh hidung kita. Jadi, memang sangat penting untuk mencari tahu produk-produk mana yang harus di pakai untuk merenovasi rumah. Lebih aman hindari bahan yang mengandung asbestos.

  1. Waspada Bahaya Pencemaran Logam Berat Timbal

 

Sebuah Penelitian menunjukkan bahwa aktifitas renovasi rumah dan pengecatan dapat meningkatkan kadar timbal dalam darah pada anak-anak. Pusat pengedalian dan pencegahan penyakit (CDC) Amerika Mengungkapkan penelitian tersebut sebagai peringatan terhadap orangtua yang sedang merenovasi rumah. Penelitian tersebut dilakukan di New York Amerika Serikat terhadap anak berusia 1-5 tahun. Kadar timbal yang mencapai 10 mikrogram per desiliter atau lebih di udara bisa menyebabkan bahaya bagi lingkungan sekitarnya.

Kandungan timbal tersebut banyak terdapat pada bahan cat dinding, cat perabotan, pelitur kayu, serta alat dan bahan bangunan lainnya yang banyak mengandung zat kimia. Bahaya timbal (Logam Pb) dalam susunan unsur merupakan logam berat yang terdapat secara alami di dalam kerak bumi dan mudah tersebar ke alam dalam jumlah kecil melalui proses alami.

Ketika logam timbal ini terhirup atau tertelan oleh manusia hingga masuk kedalam tubuh, ia akan beredar mengikuti aliran darah, diserap kembali di dalam ginjal dan otak, dan di simpan di dalam tulang dan gigi. Dengan adanya informasi seperti ini, kamu berharap dari sedini mungkin para orangtua waspada terhadap anak-anak nya atau diri sendiri agar tidak menghirup udara ketika proses renovasi rumah dilakukan. Hal ini juga bisa di antisipasi dengan cara memakai masker .

  1. Waspada Debu & Serutan Kayu

 

Billa partikel debu yang masuk ke dalam saluran napas berukuran diameter 5-10 mikron (1 mikron=1/1000milimeter) ia akan tertahan dan melekat pada saluran napas bagian atas, sedangkan partikel debu yang lebih kecil akan masuk ke saluran napas yang lebih dalam lagi. Beberapa debu kayu ,juga dapat menimbulkan gangguan kulit yang dermatitis, iritasi pada hidung, mata dan tenggorakan. Selain itu juga dapat menimbulkan asma. Maka dari itu, kita sebagai pemilik rumah harus waspada terhadap partikel kecil semacam ini, dengan cara memakai masker atau menghindari proses renovasi rumah ketika di jalankan oleh kontraktor yang ada.

  1. Waspada Bau Cat Bagi Bumil

 

Dalam artikel yang kami temukan, diketahui bahwa cat mengandung volatile organic compounds (VOCs) misalnya formaldehyde, benzene, xylene, yaitu zat yang dapat menguap di udara. VOCs ini dapat menimbulkan iritasi mata, sakit kepala, mual dan gangguan pernapasan, juga dilaporkan dapat mempengaruhi janin yaitu dapat mengakibatkan cacat bawaan seperti kelainan jantung dan gangguan pendengaran. Dengan kondisi seperti ini, hal yang harus diwaspadai ketika renovasi rumah adalah seorang bumil harus tidak ikut serta dalam proses renovasi rumah, walaupun itu hanya mengecat atau membantu suaminya.

  1. Bahaya bagi bayi

 

Ketika kami disini mencari informasi tentang kewaspadaan terhdap renovasi rumah, kami juga menemukan bahwa ketika renovasi rumah dilaksanakan, hal semacam ini akan cukup berbahaya bagi kondisi seorang bayi. Jadi, lebih baik ketika renovasi rumah, cobalah untuk mengasuh bayi di tempat yang lebih aman. Untuk Hal yang harus diwaspadai antara lain :

  1. Polusi Udara di dalam Rumah

Renovasi rumah mengakibatkan udara menjadi kotor. Bau dari semen, cat, lem menimbulkan bau yang tidak sedap dan bahayanya lagi, aroma tersebut bersifat racun karena berasal dari zat-zat kimia. Hal seperti ini yang akan berakibat buruk bagi kondisi bayi.

  1. Polusi Suara dalam Rumah

Suara dari alat-alat tukang akan mengganggu kenyamanan bayi. Suara pembicaraan tukang saat bekerja, ketokan palu saat digunakan, bor, gergaji listrik, atau peralatan mesin lainnya adalah sumber dari polusi suara. Ini dapat membuat bayi merasa tidak tenang.

  1. Resiko Kecelekaan

Saat merenovasi rumah, resiko bahaya kecelakaan dapat saja terjadi menimpa bayi atau pengasuh bayi. Kabel listrik yang keluar dari tempatnya, serpihan dari langit-langit, kayu-kayu di lantai, ceceran paku atau benda lainnya dapat menimbulkan resiko kecelakaan yang melukai.

  1. Ruang Gerak Bayi Yang Terbatas

Bayi mungkin hanya bisa berada di dalam kamar saat renovasi berlangsung. Bayi seolah-olah merasa terkurung di dalam kamarnya. Akibatnya, bayi dapat merasa bosan.

 

 

PT Total Imagi Nusantara