Arsitektur Bangunan Yang Multifungsi

 

Dalam merancang sebuah bangunan salah satu pertimbangan yang tidak bisa kita hindari adalah aspek fungsionalitasnya. Dasar berpikir seseorang dalam membangun rumah misalnya, kadang tidak hanya memiliki alasan untuk tempat berlindung dari panas dan hujan saja, namun juga melibatkan fungsi kenyamanannya. Banyak sekali kebutuhan yang ingin di jawab sang pemilik dengan menciptakan bangunan yang sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu, menjadi tugas penting bagi suatu perancangan arsitektur bangunan untuk menciptakan suatu desain bangunan yang memiliki fungsi utama sesuai kebutuhan pemiliknya.


Namun dalam perkembangannya, para tokoh arsitektur mengembangkan pemikiran multifungsi dalam dunia perancangan arsitektur. Josep Prijotomo menjelaskan bahwa arsitektur memiliki kemampuan untuk mengakomodasi berbagai fungsi dalam desain bangunan yang di buat. Maksudnya, ada berbagai fungsi yang bisa dimiliki oleh satu bangunan tertentu. Iniliah yang dinamakan sifat multifungsionalitas arsitektur.


Perancangan yang baik seharusnya menyertakan desain bangunan yang multifungsi. Dimana tidak hanya untuk fungsi perlindungan namun juga memiliki fungsi-fungsi yang selainnya. Lalu fungsi apa saja selain fungsi perlindungan yang perlu di perhatikan dalam membuat rancangan bangunan? Berikut fungsi-fungsi bangunan yang perlu diperhatikan dalam desain bangunan Anda.

  1. Penyaring lingkungan (Enviromental Filter)

Yaitu bangunan yang bisa mengontrol kondisi perubahan iklim. Hal ini di kemukakan oleh Geofray Broadbent yang mengatakan bahwa bangunan adalah penyaring kondisi di luar dengan kegiatan yang kita lakukan di dalam bangunan tersebut. Oleh karenanya, perlu ditentukan penataan antar ruangan berdasarkan kegiatan yang dilakukan dengan kondisi alam yang mempengaruhinya.
Dalam bahasa lain Christian Norberg mengistilahkan fungsi penyaringan lingkungan sebagai Physical control. Dimana peranan bangunan harus bisa mengontrol udara, temperatur, kelembapan, curah hujan, angin, dll. Selain mengontrol iklim, suatu bangunan juga perlu mengatur cahaya, bau dan kebisingan. Ancaman eksternal lainnya yang perlu di saring oleh sebuah bangunan adalah debu serangga, asap, hingga zat radioaktif yang bisa saja mengancam penghuninya.

  1. Fungsi Penyimbolan (Simbolik Function)

Bangunan harus menjadi simbol dari kegiatan-kegiatan di dalamnya. Atau bahkan bangunan itu sendiri sebagai simbol atas realitas tertentu seperti budaya dan agama tertentu. Oleh karena itu, bangunan perlu menjadi identitas atas kegiatan yang ada di dalamnya.
Fungsi bangunan sebagai simbol ini di ungkapkan oleh Christian Norberg dan Geofray Broadbent. Keduanya mengatakan bahwa suatu bangunan perlu memiliki cultural symbolization atau melambangkan sebuah budaya tertentu. Menurut Norberg, Arsitektur adalah sebuah obyek budaya yang juga merupakan hasil karya manusia dan dibuat untuk manusia juga.

  1. Pengubah Perilaku (Behavior Modifier)

Behavior Modifier artinya adalah pengubah perilaku. Bangunan dipandang perlu untuk bisa mengubah perilaku seseorang di dalamnya. Oleh karena itu perlu desain ruangan interior yang bisa mempengaruhi perubahan perilaku seseorang. Pengubah perilaku ini bisa dilakukan dengan menciptakan benda-benda interior tertent yang mempengaruhi perilaku seseorang.

  1. Fungsi Estetika (Aestetik Function)

Suatu bangunan perlu memperhatikan fungsi estetika. Setiap manusia memiliki fitrah sebuah perasaan di dalam dirinya. Perasaan senang akan keindahan alamiahnya yang selalu ingin dirasakan oleh setiap orang. Berbicara mengenai desain bangunan, maka akan menjadi nilai tambah jika bangunan tersebut memperhatikan kesan keindahan yang bisa di tunjukkan dengan pola garis, hiasan, bahkan pewarnaan bangunannya.

  1. Menunjukkan status sosial (Social Millieu)

Bangunan bisa menjadi ekspresi statis, kelompok, institusi, atau perkumpulan tertentu. Misalkan saja banguan istana kerjaan tentu akan dibuat dengan ukuran besar dan desain yang mewah dengan pilar-pilar dan pintu-pintu yang besar. Hal itu didasarkan atas manivestasi dari status sosialnya. Bagi Schultz, Suatu bangunan dibangun untuk menunjukkan status pemiliknya. Namun status yang seperti apa? itu tergantung dari kondisi kemasyarakatannya. Tidak selalu, seseorang yang memiliki status yang tinggi bisa digambarkan dengan kondisi rumah dengan ukuran yang besar. Sehingga standart desain arsitektur suatu bangunan tergantung nilai-nilai yang ada dimasyarakat.

  1. Fungsi Psikologis (Psychological function)

Fungsi ini mengacu pada aspek feelings. Larry L. Ligo mengungkapkan bahwa kondisi bangunan akan mempengaruhi rasa dan emosi dari penghuninya. Penyakit-penyakit psikologis bisa ditimbulkan dan bahkan dihilangkan dengan kondisi bangunan yang ditempatinya. Ketika kita berada dalam ruangan yang nyaman dan bersih, tentu kita akan lebih tenang dan mampu untuk mengontrol emosi kita. Pemenuhan fungsi psikologis ini menuntut adanya pengaturan pewarnaan, penataan ruangan, sistem sirkulasi udara, dan material yang dipilih.

  1. Fungsi Ekspresi (Expressive function)

Pengekspresian adalah bentuk pengungkapan dalam berbagai identitas diri seseorang. Kebutuhan aktualisasi yang pasti dimiliki oleh setiap orang membuatnya memiliki ekspresi yang berbeda-beda dalam mengaktualisasikan dirinya. Bangunan sebagai obyek ekspresi harus bisa mewakili identitas diri pemiliknya. Bentuk ekpresi ini tertuang dalam warna yang digunakan, tekstur setiap unsur bangunan, dan juga norma-norma yang di miliki penghuninya.

Itulah beberapa kegunaan yang bisa Anda perhatikan dalam merancang sebuah desain bangunan. Pijakan fungsi ini akan menentukan rancangan-rancangan dalam setiap bagian bangunan seperti bagian pondasi, dinding, pintu, penataan kerangka atap dan penutupnya, serta perancangan desain interior dan  juga desain eksteriornya. Jika Anda hendak membangun sebuah hunian baru tentu perlu merumuskan dahulu apa kebutuhan Anda terhadap hunian tersebut. Kebutuhan inilah yang nantinya akan menjadi pertimbangan fungsi yang harus ada di dalam bangunan tersebut. Akan lebih baik jika bangunan yang Anda tempati bersifat multifungsi. Dari sekian banyak fungsi tersebut, pilihlah skala prioritas dari masing-masing fungsi untuk menciptakan sebuah bangunan yang bisa memenuhi segala kebutuhan Anda nantinya.

 

 

PT Total Imagi Nusantara