Tips Membuat Rancangan Rumah Sederhana

 

Memiliki hunian sendiri tentu menjadi impian semua orang. Rumah yang kita miliki tentu harus menginterpretasikan segala kebutuhan kita terhadap hunian tersebut, yang mana selain menjadi fungsi perlindungan juga memberikan kenyamanan untuk kita yang menempatinya. Rumah seperti wilayah kekuasaan kita sendiri, dimana di dalamnya kita bisa bebas bereskpresi sesuai keinginan kita.


Bagi Anda yang hendak membangun sebuah hunian tempat tinggal tentu membutuhkan jasa seorang arsitek. Sang arsitek akan membantu membuat rancangan tempat tinggal yang Anda inginkan. Dengan menggunakan jasa arsitektur maka Anda akan terbantu untuk mewujudkan sebuah hunian yang bersifat multifungsional, dimana para arsitek tentu akan mempertimbangkan segala pertimbangan matematis, estetis, hingga psikologis Anda sebagai penghuninya.


Sebelum Anda menggunakan jasa seorang arsitektur, sebaiknya Anda sudah memiliki gambaran desain yang diinginkan. Sehingga arsitek Anda akan lebih mudah dalam mendetailkan apa yang Anda inginkan. Jika Anda tidak memiliki gambaran yang jelas maka akan membuat proses perancangan membutuhkan waktu yang lama, dikarenakan seorang arsitek kesulitan menangkap gambaran rumah yang Anda maksud. Sehingga sedari awal akan lebih baik jika kita juga mengetahui cara membuat rancangan rumah sendiri secara sederhana. Sehingga gambaran kasar tersebut akan di teruskan oleh seorang arsitek yang lebih tajam dalam melakukan hitungan matematis dalam setiap material yang digunakan.

Tahapan mendesain hunian sederhana

  1. Mendesain denah ruangan

Pertama Anda perlu menentukan ruangan-ruangan apa saja yang Anda butuhkan. Selanjutnya Anda atur penataannya dalam sebuah gambar denah. Biasanya untuk ruangan yang dibutuhkan dalam sebuah hunian tempat tinggal adalah teras, ruang tamu, garasi, ruang keluarga, kamar mandi, ruang makan, dapur, serta gudang. Ruang lainnya yang perlu diperhitungkan juga melibatkan adanya ruang terbuka seperti taman, ruang jemuran, dan lahan-lahan untuk fungsi resapan air.
Kedua, dalam tahapan mendesain denah ruangan yang perlu di pikirkan adalah tata letak pintu dan jendela. Peranan pintu dan jendela sangat penting dalam memenuhi kebutuhan sirkulasi udara dan juga pencahayaan. Setelah letaknya di tentukan, maka selanjutnya Anda bisa juga menentukan ukuran pintu dan jendelanya. Akan lebih baik lagi jika Anda juga memikirkan jenis kusen apa yang sebaiknya di gunakan.

  1. Merancang pondasi rumah

Merencanakan rancangan pondasi adalah suatu hal yang sangat penting. Kita tahu pondasi memiliki peranan penting dalam menjaga bangunan bisa berdiri dengan kokoh. Jika tidak ada pondasi, akibatnya dinding akan mudah retak, atap rumah juga bisa miring, hingga seluruh rumah bisa jadi akan runtuh.
Anda perlu memilih pondasi apa yang tepat sesuai dengan kondisi lahan Anda. Perhatikan jenis dan sifat-sifat tanahnya. Perbedaan jenis dan sifat tanah akan mempengaruhi jenis pondasi seperti apa yang tepat untuk bangunan rumah Anda. Jenis-jenis pondasi yang bisa di pilih adalah:

  • Pondasi rollag bata, jenis ini cukup mahal dan waktu pemasangannya cukup lama. Pondasi ini cocok digunakan untuk menopang bangunan yang ringan seperti teras.
  • Pondasi sumuran, menggunakan beton dengan diameter 60-80 cm, dan dengan kedalaman 1-2 m. Pondasi ini cukup kuat karena menggunakan kombinasi batu kali dan besi.
  • Pondasi batu kali, yang paling banyak digunakan saat ini. Pondasi ini cukup murah dan memiliki kekuatan yang cukup baik untuk menopang sebuah bangunan rumah.
  • Pondasi bor mini, sangat cocok untuk kondisi tanah yang buruk. Misalnya saja lahan bekas empang atau rawa-rawa yang kontur tanahnya yang sangat gembur.
  • Pondasi lajur, sangatlah kuat karena menggunakan beton seutuhnya. Secara harga juga lebih murah dibandingkan harga pondasi batu kali.
  1. Mendesain kolom rumah

Kolom ini berfungsi sebagai penopang atap bangunan. Unsur kolom dalam bangunan mutlak harus ada untuk menopang konstruksi penutup bangunan. Kolom perlu anda perhatikan peletakan dan material bahan yang menyusunnya. Material yang baik untuk pembuatan kolom biasanya menggunakan sloff beton, dan ring balok.

  1. Merencanakan desain dinding

Unsur dinding sangat penting untuk membentuk ruang dan sebagai pembatas bangunan rumah dan lingkungan luarnya. Ibarat kulit, dinding adalah pelindung segala kerangka dan aktivitas di dalam rumah. Anda perlu untuk memilih jenis dinding apa yang digunakan. Berikut ini pilihan dinding yang sering digunakan di Indonesia:

  • Dinding kayu dan bambu
  • Dinding bata kapur
  • Dinding bata merah
  • Dinding batako
  • Dinding partisi papan semen fiber glass
  • Dinding bata elcon

Setelah menentukan material yang digunakan untuk membuat dinding, selanjutnya adalah menentukan material perekat yang dibutuhkan. Dalam membuat dinding dari material bata dan batako tentu menggunakan campuran semen. Akan lebih baik jika menggunakan transram yang akan membantu mencegah meresapnya air pada dinding.

  1. Merencanakan atap rumah

Atap sangat penting untuk melindungi kita dari teriknya matahari dan juga hujan. Pertama Anda perlu menentukan model-model atap dalam rancangan bangunan Anda. Apakah atap berbentuk limas atau pelana. Selanjutnya yang di pikirkan adalah rangka atapnya menggunakan material apa saja. Di pasaran, rangka atap banyak menggunakan rangka atap kayu. Selain itu juga ada rangka atap beton, baja profil dan baja ringan.

Hal-hal itulah yang sebaiknya Anda lakukan dalam merancang sebuah bangunan. Sebelum Anda menghubungi jasa Arsitektur, ada baiknya Anda menyiapkan rancangan kasar Anda untuk kemudian di detailkan oleh Arsitek Anda. Selain rancangan akan lebih mudah terealisasi sesuai maksud Anda, juga akan memberikan kontrol kepada Arsitek dalam proses pembuatan rancangannya. Sehingga kerja sama yang berlangsung akan lebih efektif dan efisien. 

 

 

PT Total Imagi Nusantara