Lebih baik mana, Jasa Kontraktor atau Pemborong?

 

Ingin bangun atau renovasi rumah tapi budget tipis? Bingung mulai darimana? Banyak pilihan untuk membangun rumah, bisa kita menyewa orang dengan upah harian atau dengan sistem jasa kontraktor, bisa juga dengan sistem borongan.
Rumah atau gedung yang akan dibangun akan dihitung luas, model, material bahan, dan waktu pengerjaan. Kontaktor bisa diartikan dengan orang atau suatu badan hukum yang ditunjuk untuk melakukan suatu pekerjaan/ tender. Tiap kontraktor memiliki fokusnya masing-masing. Ada berbagai jenis kontraktor bisa bergerak di bidang pembangunan, perekrutan tenaga kerja, ketanahan atau lahan, dll.
Kita dapat menyewa kontraktor sesuai budget kita ada yang skala kecil (omzet kurang dari 1 milyar), skala sedang (omzet sekitar milyaran sampai puluhan milyar), dan skala besar (omzet bisa ratusan milyar sampai triliunan). Kita tinggal pilih yang sesuai dengan kebutuhan. Sekarang banyak perusahaan yang menyediakan jasa kontraktor ini. Pada umumnya, jasa kontraktor sudah termasuk dalam pekerjaan desain, pengelolaan tata ruang atau disebut interior desaign, sanitasi, material bahan, pekerjanya, dll.
Seringkali masyarakat ada juga yang menyebut kontraktor sebagai pemborong. Pada hakikatnya, antara jasan kontraktor dan pemborong itu sama, yaitu orang atau badan hukum yang melaksanakan suatu pekerjaan. Dan orang-orang lebih mengenal kontraktor atau pemborong bergerak di bidang konstruksi atau pembangunan. Jika orang mendengar kontraktor atau pemborong sering berasumsi sebagai orang yang membangun rumah atau gedung. Sehingga banyak juga yang mengartikan kontraktor sebagai penyedia jasa yang berbadan hukum dan pemborong sebagai perorangan.
Tukang bangunan menyebutkan dirinya sebagai pemborong karena ilmu dan pengalaman di bidang tersebut. Pemborong mendapatkan keuntungan dari waktu kerja pegawainya, keuntungan ini lebih besar daripada gajinya sebagai tukang bangunan. Sedangkan kontraktor banyak didefinisikan sebagai pengusaha penyedia jasa bangunan dan dapat mengkoordinir pekerjanya bukan sebagai tukang bangunan. Sehingga terjadi perbedaan di masyarakat soal istilah kontraktor dan pemborong.


Perbedaan karaketristik kontraktor dan pemborong
Untuk lebih mudah membedakannya, kita perlu memahami karakteristiknya masing-masing. Memang ada kesamaan, namun ada hal-hal esensial yang membedakan diantara keduanya.


Adapun karakteristik usaha pada kontraktor sebagai berikut.

  1. Sifat usahanya perorangan  atau berbadan hukum (perusahaan)
  2. Memiliki izin usaha
  3. Tingkat pendidikan pelaku kerja pada umumnya universitas atau akademi
  4. Memiliki kantor resmi dan memiliki fasilitas seperti perusahaan
  5. Memiliki struktur organisasi
  6. Memiliki anggaran yang terstruktur
  7. Memiliki surat perjanjian hitam diatas putih dengan konsumen
  8. Proyek dilakukan oleh tenaga ahli/ profesional
  9. Tingkat kepercayaan klien pada perusahaan lebih tinggi

Pemborong memiliki karakteristik seperti berikut.

  1. Umumnya bersifat perorangan
  2. Umumnya tidak memiliki izin usaha
  3. Tingkat pendidikan SMA/SMP
  4. Mengurus usahanya dengan individu
  5. Tidak ada kantor resmi, tidak berbadan hukum
  6. Pemasaran biasanya dari mulut ke mulut
  7. Pada umumnya proyek dikerjakan berdasarkan pengalaman
  8. Pada umumnya tidak ada kesepakatan hitam di atas putih, lebih kesepakatan lisan
  9. Tingkat kepercayaan klien berdasarkan pengalaman

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tergantung anda akan memilih yang mana. Pada umumnya kontraktor lebih mahal daripada pemborong karena dikerjakan oleh orang yang profesional di bidangnya. Tidak menutup kemungkinan pemborong juga lebih profesional daripada kontraktor.


Tips untuk memilih kontraktor:

  1. Bisa lakukan tender kecil-kecilan dengan mendatangi kontraktor dan mengetahui pendapat mereka
  2. Cari referensi kontraktor dari keluarga, teman, atau kerabat, ini akan bermanfaat dalam menentukan kontraktor yang baik sesuai dengan pengalaman mereka
  3. Cari kontraktor yang dapat menjamin hasil akan memuaskan
  4. Lakukan perjanjian sesuai dengan keadaan dan jumlah uang yang akan dibayar bersama sanksi jika perjanjian tersebut tidak terpenuhi, serta tidak merugikan salah satu pihak
  5. Jika anda belum mendapat desain yang tepat dapat anda konsultasikan dengan tim dari kontraktor tersebut
  6. Anda dapat bernegosiasi dengan kontraktor

Tips untuk memilih pemborong:

  1. Cari referensi dari keluarga, teman, dan kerabat mengenai kinerja pemborong
  2. Jelaskan apa yang anda inginkan dan bernegosiasi
  3. Buat perjanjian yang sah secara hukum dan tidak merugikan salah satu pihak
  4. Anda dapat mendesain sendiri atau bersama untuk menentukan model atau ketahanan bangunan

Mana yang lebih baik?
Jika harus memilih diantara keduanya kita butuh pertimbangan yang dalam. Semua tergantung dari kebutuhan kita terhadap jasa pembangunan suatu bangunan tertentu. Memilih membutuhkan standar atau kriteria masing-masing orang. Jika Anda memiliki kriteria jasa pebangunan yang murah, efisien, dan untuk bangunan yang tidak terlalu besar mungkin bisa menggunakan jasa borongan. Namun bagi Anda yang lebih mengingkan jasa konstruksi yang profesional, legal, memiliki etis kerja yang baik, dan memiliki finansial support yang baik, maka akan jauh lebih baik jika memilih jasa kontraktor. Karena mereka lebih profesional, memiliki sistem manajemen yang baik, lebih ahli, dan memiliki legalitas yang dapat dipercaya.

Pada prinsipnya pembayaran kontraktor dan pemborong hampir sama. Dengan memperhitungkan luas, material bangunan, jauhnya akses, jumlah pekerja, lama pekerjaan, dll. Sebaiknya anda memantapkan hati untuk suatu desain karena jika berubah atau terlalu sering di renovasi pemborong atau kontraktor akan meminta tambahan uang dari kesepakatan sebelumnya. Pada umumnya, kontraktor atau pemborong akan meminta dana pertama (DP) untuk pekerjaannya.Hati-hati dengan kontraktor atau pemborong yang ‘nakal’. Selalu awasi pekerja dan material untuk bangunan, jangan sampai anda membayar mahal untuk kualitas rendah.

 

PT Total Imagi Nusantara