Perkembangan visualisasi desain interior

 

Visualisasi adalah suatu rekayasa di dalam pembuatan gambar atau animasi untuk menampilkan suatu informasi tertentu. Pada umumnya, visualisasi sudah dikenal sejak awal peradaban manusia. Sebut saja seperti hiasan di dinding-dinding gua manusia purba, huruf hieroglip bangsa mesir, visualisasi sistem geometri yunani, hingga yang paling terkenal adalah lukisan leonardo da Vinci yang menggunakan teknik pelukisan untuk tujuan rekayasa dan ilmiah.


Berbicara visual maka berhubungan erat dengan aspek pengelihatan mata kita. Banyak pendapat yang menjelaskan definisi dari visualisasi. Femi Olivia salah satunya, dia mengungkapkan bahwa visual merupakan salah satu cara untuk mengorganisasikan sebuah pemikiran dan meningkatkan suatu kemampuan berpikir dan komunikasi.


Dalam dunia arsitektur, visual sangat erat penggunaannya terutama pada desain interior. Sampai dengan abad ke 20, seluruh Eropa dan Amerika selalu ada seseorang yang merancang desain interior. Jika zaman dahulu pekerjaan itu dilakukan oleh pembuat mebel, para pedagang tirai, atau bahkan pedagang perabotan rumah tangga. Kini pekerjaan itu dilakukan khusus oleh desaigner interior dan bekerja sama dengan jasa furnitur modern.


Perkembangan visualisasi pada desain interior
Desain interior adalah suatu ilmu yang mempelajari kegiatan perancangan suatu karya seni yang menampilkan kondisi di dalam suatu bangunan dan itu digunakan untuk memecahkan masalah manusia. Desain interior sendiri juga bisa berarti hasil kerja. Dalam artian desain interior adalah sebuah hasil rancangannya sendiri.


Pada zaman dahulu, orang-orang membuat visualisasi desain interior ke dalam sebuah sketsa pada kertas, yanga mana biasa kita sebut sebagai visualisasi 2D. Walaupun sketsa adalah sebuah bidang datar, namun visualisasi yang digambarkan memiliki kedalaman ruang hingga mirip gambaran nyatanya.


Seiring dengan perkembangan teknologi dan semakin pesat membuat manusia bisa tergambarkan visualisasi desain interior yang lebih nyata. Dimana tentu kita ingin melihat suatu konsep ruang yang sesungguhnya. Hingga kreatifitas manusia mampu menjangkaunya dengan manampilkan visualisasi desain interior dalam wujud 3D.


Mengenal visualisasi 2D dan 3D
Untuk visualisasi 2 dimensi lebih dikenal 2D atau suatu bidang yang memiliki ukuran panjang dan lebar. Pada layar monitor, penggambarannya berpatokan pada sumbu x dan sumbu y, atau sederhananya menggunakan sumbu datar dan sumbu tegak. Besarnya nilai kordinat tersebut dinilai dalam satuan pixel. Untuk mendapatkan tampilan sempurna, visualisasi desain 2D  harus ditampilkan dengan nilai kordinat minimum 0 pada kedua sumbu, dan maksimum sebesar resolusi yang di gunakan.


Sedangkan visualisasi 3 dimensi dikenal dengan 3D atau suatu ruang yang memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi. Teknik penggambaran grafik 3D berpatokan pada 3 sumbu, yaitu sumbu x, y, dan z, atau bisa disebut sebagai sumbu datar, sumbu tegak, dan sumbu miring. Perwujudan dari data geomtrik 3D merupakan hasil dari pemberian efek cahaya terhadap grafik komputer visualisasi 2D.


Manfaat visualisasi 3D dalam desain interior
Visualisasi 3D adalah tampilan yang banyak di terapakan untuk menampilkan desain yang tampak lebih. Para desaigner interior kini tidak hanya dituntut untuk mampu menuangkan hasil kreasi seni dan hitungan matematisnya dalam bentuk skets bidang datar saja, melainkan juga perlu merepresentasikannya ke dalam visualisasi ruang 3D. visualisasi 3D memang sangat membantu proses konstruksi lebih efektif dilakukan, dan akan membantu hubungan kerja sama antara klien dan desaignernya lebih mudah.


Manfaat visualisasi 3D dalam desain interior akan membantu setiap ruang di rancang dan di visualisasikan ke dalam bentuk ruang sebenarnya. Di dalam visualisasi tersebut kita akan dapat melihat penataan furnitur, elemen dekoratif lainnya seperti sebuah lukisan, patung, foto, dan lainnya dengan tampak leluasa dan mudah di abstraksikan. Hal itu dikarenakan, dengan 3D dapat menekankan tekstur dan pencahayaan menyerupai kondisi aslinya nanti saat visualisasi tersebut terbangun.


Tambahan manfaat dari visualisasi desaign 3D adalah sangat berguna bagi seorang arsitek landscape atau seorang visualizer. Visualisasi 3d akan mampu memujudkan desain landscape dengan detail dan jelas. Penataan kondisi kontur tanah, perkerasan, vegetasi, gazebo, ataupun kolam dan desain landscaep lainnya yang banyak dikerjakan oleh desaigner eksterior akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan.


Frans M.Royan berpendapat bahwa seseorang akan lebih suka menggunakan pengelihatan dalam menerima informasi dibandikan indera lainnya. Hal ini menunjang bahwa visualisasi dalam perancangan suatu desain interior mutlak harus bisa menampilkan visualisasi yang betul-betul mampu memberikan informasi secara kongkrit kepada pengamatnya dalam hal ini adalah klien. Sudah menjadi salah satu kemampuan wajib di era teknologi visualisasi 3D ini bagi seorang desaigner untuk bisa menuangkan gagasannya dalam sebuah visualisasi desaign interior 3D.


Bagi Anda yang sedang ingin mendesain interior rumah Anda maka ini menjadi wawasan untuk memilih jasa desaigner interior. Untuk menunjang kepuasan Anda, mintalah visualisasi desain 3D kepada desainer Anda. Sehingga membantu Anda untuk lebih mudah mengkoreksi hasil karya dari desainer tersebut apakah sudah sesuai dengan ekspektasi Anda atau belum. Selain itu, Anda akan dibawa kepada gambaran masa depan interior hunian Anda lewat miniatur visualisasi 3D desain interior tersebut.

 

 

PT Total Imagi Nusantara