Sejarah dan Arti sebuah Desain Interior

 

Sejarah desain interior sebenarnya bermula sejak keberadaan manusia. Dengan peralatan sederhana manusia prasejarah sudah mengenal seni pictograph, yakni membuat lukisan bergambar tentang kegiatan sehari-hari di dinding gua, tempat mereka tinggal. Desain manusia yang pertama ditemukan di goa prasejarah Perancis. ¬†Diperkirakan dibuat pada tahun 15.000 SM. Seiring perkembangan zaman, lahirlah karya-karya desain hebat dimulai dari piramida di mesir kuno tahun 3.000 SM dan taman gantung di Babylonia tahun 600 SM. Desain semakin berkembang dengan ditemukannya kertas di cina oleh Ts’ai Lun tahun 105. Tahun 1447 Johannes Guttenberg merupakan tokoh yang menemukan mesin cetak pertama di dunia dan hal ini berpengaruh pada dunia desain dalam tipografi. Kemudian tahun 1990, lahirlah Adobe Photoshop versi pertama yang keberadaannya sangat membantu para desainer dalam berkarya.


Memahami Arti sebuah desain Interior
Desain interior adalah penyusunan dan pengaturan tata ruang  dalam rangka meningkatkan fungsi dan psikologis ruang. Jadi desain interior bertujuan untuk menyusun bagian-bagian elemen interior menjadi kesatuan terpadu untuk mencapai sasaran tertentu. Dalam desain interior, elemen-elemen yang dipilih diatur dalam pola tiga dimensi menurut pedoman fungsi, estetika, dan perilaku. Dengan terciptanya sebuah pola pada akhirnya menentukan ciri visual dan kesesuaian fungsi ruang interior tertentu serta mempengaruhi cara kita merasakan dan menggunakannya.


Fungsi Interior Desain
Dalam perkembangannya desain semakin dihargai. Terlebih lagi masyarakat melihat seni sebagai komoditi. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya sebuah desain banyak orang mengadopsi unsur desain dalam menata rumahnya. Rumah bukan hanya sekedar bangunan arsitektur untuk hunian namun diperlukan rasa nyaman untuk menempatinya. Untuk memperoleh kenyamanan ini, pemilik akan meningkatkan fungsi suatu ruangan dengan mendesain ruangan tersebut. Dalam pelaksanaanya seorang desain interior dibutuhkan untuk mewujudkannya.

 

Profesi sebagai Desainer Interior
Meningkatnya gaya hidup masyarakat membuat kebutuhan akan kenyamanan visual lewat desain sangat diminati. Hal ini didukung dengan semakin menjamurnya lahan pekerjaan bagi desainer interior. Seorang desiner interior bertugas untuk mendesain suatu ruangan sehingga memberikan suasana yang diinginkan. Selain memahami keinginan kliennya, dia juga harus bisa menuangkannya dalam palet ruang dengan menggabungkan fungsi kegunaan, dan estetika. Selain membutuhkan ketepatan pengukuran,profesi ini menuntut adanya daya imaginasi.


Prinsip-Prinsip Desain
Dalam mendesain suatu ruangan, desainer interior harus memahami prinsip-prinsip desain. Prinsip-prinsip desain yang diperlukan untuk membantu mengembangkan dan mempertahankan rasa ketertataan visual di antara elemen desain ruang sekaligus mengakomodasi penggunaan dan fungsi yang dimaksudkan.
Adapun ketujuh prinsip-prinsip desain, yakni:

  1. Proporsi

Proporsi mengacu pada hubungan antar elemen satu dengan yang lain. Akan tetapi, persepsi kita satu sama lain berbeda dalam menentukan proporsi suatu desain. Hal ini dipengaruhi oleh kelemahan perspektif, arah pandang, bahkan bias budaya masing-masing individu.

  1. Skala

Skala suatu benda bersifat relative dan secara spesifik mengacu ke ukuran sesuatu. Kita dapat menilai skala ruang berdasarkan ukuran elemen-elemen interior di dalamnya. Dalam desain ada dua skala yang diperhatikan yakni skala visual dan skala manusia
Skala visual mengacu terhadap objek lain di dalam lingkungan atau terhadap ruang di sekelilingnya, Sedangkan skala manusia mengacu ke perasaan kekecilan atau kebesaran yang diberikan kepada kita oleh ruang atau elemen interior tertentu. Contoh penerapan elemen yang menetapkan skala manusia sebagai acuan, mencakup pintu, tangga, meja dan berbagai ragam tempat duduk.

  1. Keseimbangan

Elemen-elemen interior dalam ruangan harus memiliki keseimbangan visual - menarik perhatian kita-, karakteristik yang dipakai untuk meningkatkan bobot visual adalah dari bentuk yang kontas, warna elemen, dan dimensi besar.

  1. Harmoni

Melibatkan pemilihan elemen yang memiliki sifat, karakteristik yang sama seperti bentuk, warna, tekstur, atau bahan.  Apabila kita mampu menghidupkan harmoni maka terciptalah daya tarik di dalam setting interior.

  1. Kesatuan dan Variasi

Mengatur sejumlah elemen yang tidak sama atau bervariasi secara sederhana dan teratur dalam pola kesatuan agar tercipta ruangan yang harmonis

  1. Ritme

Pengulangan elemen dalam ruangan dan memperkenalkan kontinuitas ritmik yang dapat diikuti oleh mata dan pikiran pengamat sepanjang alur, di dalam komposisi atau di sekitar ruangan.

  1. Penekanan

Desain yang kacau balau akan mengurangi sesuatu yang mungkin diangap penting. Masing-masing desain harus diberi penekanan yang pas sehingga dapat meningkatkan arti penting secara visual.


Desain yang Baik dan Buruk
Dalam mendesain tidak selalu dihasilkan jawaban yang tunggal, jelas dan benar, inilah salah satu keanehan proses desain. Desain dikatakan baik oleh orang yang mengalami dan mengunakan desain tersebut. Mengetahui proses pemaknaan dapat membantu membuat sebuah desain yang baik. Jika desain tidak menyampaikan ide, mengkomunikasikan makna, atau menghasilkan reaksi, ia akan diabaikan dan terlihat menjadi desain yang buruk.
Keambiguan makna desain yang baik dan buruk inilah yang membuat desain, khususnya desain interior, menjadi semakin menarik. Jadi bagi yang berminat mempelajari desain secara serius, selamat berkarya dan semoga dapat menghasilkan karya yang baik.

 

 

PT Total Imagi Nusantara