Tips Rancangan Arsitektur yang Baik

 

Ketika kita ingin membangun rumah atau bangunan-bangunan lain seperti restaurant, ruko, apartement, kos, dsb tentu kita perlu merancang sebuah desain bangunannya terlebih dahulu. Perancangan adalah kegiatan membuat gambaran bangunan yang akan didirikan. Semua membutuhkan perhitungan yang tepat. Salah perhitungan akan membuat bangunan tersebut tidak bisa berdiri atau tidak akan bertahan lama. Padahal, kita tentu ingin memiliki hunian yang bisa tahan dari ancaman alam seperti iklim dan kebisingan eksternal.
Perancangan tersebut adalah pekerjaan tersendiri yang perlu memadukan banyak pertimbangan. Tidak hanya hitungan matematis agar membuat bangunan bisa berdiri, namun dalam merancang suatu bangunan perlu memasukkan unsur estetika, hingga aspek psikologis penghuninya. Secara Konsep, kegiatan perancangan dalam desain arsitektur umumnya dibagi menjadi 4 aspek rancangan:

  1. Rancangan bagian bawah

Pertama adalah merancang bagian bawah dari bangunan. Output dari pecancangan ini adalah bagaimana bentuk pondasi, dasar lantai, serta halaman dari suatu bangunan. Pada saat merancang bagian bawah perlu menentukan terlebih dahulu gaya arsitektur bangunan yang diinginkan.

  1. Rancangan bagian tengah

Kedua adalah merancang bagian tengah bangunan. Unsur-unsur bangunan yang di pikirkan rancangannya dalam bagian ini adalah unsur seperti dinding, pintu, dan jendelanya. Menentukan berapa jumlah ruangannya, ukuran pintu, jendela, penetapan sistem sirkulasi udara, beserta material yang di gunakan harus diperhatikan pada perancangan bagian ini.

  1. Rancangan bagian atas

Selanjutnya adalah merancang bagian atas bangunan seperti atap dan susunan kontruksi atap atau penopangnya. Dalam perancangan atap ini tentu dipengaruhi gaya arsitektur yang dipilih. Apakah bergaya mediternia, modern, minimalis, atau bahkan kontemporer yang masing-masing gaya berbeda dalam membentuk kontruksi dan penutup atapnya.

  1. Rancangan bagian eksterior dan interior

Jika rancangan-rancangan sebelumnya banyak membutuhkan perhitungan matematis. Namun dalam perancangan ini banyak menonjolkan aspek estetik dan psikologis dalam arstitektur. Gambaran desain perancangan interior dan eksterior ini menentukan pilihan material yang di tetapkan seperti dalam pemilihan aksesoris-seni pada profil dinding, pemilihan aksesoris kuzen serta daun pintu-jendela, dan tidak kalah penting adalah pemilihan warnanya.
Hasil rancangan bagian interior dan eksterior sangat menentukan tingkat keunikan, kreasi, inovasi, dan keindahan dari bangunan Anda. Pada hakekatnya memang interior dan eksterior berfungsi untuk mempercantik tampilan suatu bangunan. Jika dalam pembuatan buku ada editor yang merancang desain tulisan, pewarnaan, cover, dan gambar-gambar penujangnya. Maka dalam Arsitektur juga sama dengan melibatkan perancangan di dalam rumah(interior) dan di luar bangunan(ekterior) untuk menampilkan hunian yang sedap dipandang atau istilah lainnya adalah eyecatching.

Segala perancangan pada 4 bidang tersebut dilakukan oleh seorang arsitek. Anda tentu membutuhkan seorang arsitek untuk merancang desaign bangunan yang Anda inginkan. Arsitek bisa bekerja secara personal maupun berkelompok dan bergabung dengan perusahaan jasa konstruksi tertentu. Jasa kontruksi bangunan tentu memiliki seorang arsitek dan kontraktor yang bisa di ajak bekerja sama dalam menyukseskan suatu proyek bangunan.
Peranan arsitek sangatlah di butuhkan terutama dalam tahap awal perencanaan. Di dalam ilmu manajemen sendiri, perencanaan memberikan 50% pengaruh terhadap kesuksesan pencapaian tujuan. Oleh karena itu, perencanaan yang dilakukan harus benar-benar tepat. Oleh sebab itu, pemilihan arsitektur akan mempengaruhi kualitas perancangan bangunan Anda. Sehingga Anda perlu memilih seorang arsitek yang tepat.
Lalu, Bagaimana memilih arsitek yang tepat?
Sebelum memilih seorang arsitek, baik yang bekerja personal maupun menggunakan perusahaan jasa konstruksi, terlebih dahulu Anda menentukan gambaran desain bangunan yang diinginkan. Coba list kebutuhan apa saja yang akhirnya akan melahirkan gambaran kriteria hunian yang Anda impikan. Barulah setelahnya Anda mencari siapa creator desain yang akan mewujudkan gambaran rumah impian Anda. Berikut tips memilih arsitek yang perlu Anda perhatikan:

  1. Mintalah rekomendasi dari orang terdekat

Anda butuh referensi tentang jasa arsitektur untuk proyek rancangan bangunan Anda. Banyak sumber yang bisa di dapat, seperti di internet mapun dari majalah. Namun akan lebih baik jika Anda mendapatkan referensi dari orang terdekat. Rekomendasi dari orang terdekat tentu bisa lebih dipercaya, syaratnya kerabat dekat Anda sebelumnya sudah merasakan betul jasa arsitek yang dia tawarkan.

  1. Bandingan hasil karya yang sudah dibuat

Setelah mendapat banyak referensi siapa saja calon arsitek Anda, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah dengan membandingkan hasil karya yang sudah pernah mereka buat. Mintalah kepada para calon arsitektur Anda hasil rancangan yang sudah pernah dibuat dan kemudian bandingkan karyanya.

  1. Lihat rekam jejaknya

Setelah Anda melihat hasil karyanya Anda perlu melihat juga rekam jejaknya. Jangan hanya terkecoh dengan hasil rancangannya saja, namun Anda juga perlu melihat pengalaman mereka masing-masing. Jam terbang dari seorang arsitek bisa dilihat dari strata mana dia berada. Dalam keanggotaan arsitek ada strata yang mengklasifikasi seorang arsitek berdasarkan pengalamannya. Mulai dari strata arsitek mitra, pratama, madya, hingga strata utama.

  1. Ketahui respon klien sebelumnya

Akan lebih baik lagi jika Anda mengetahui tanggapan dari klien yang pernah menggunakan jasa arsitek tersebut. Memang cukup sulit verifikasinya, namun berusahalah untuk mendapatkan daftar klien-klien yang pernah menggunakan jasanya dan yang bisa Anda hubungi tentunya. Sehingga Anda dapat menanyakan hasil kerja seorang arsitek tersebut sebelumnya.

  1. Melihat kredibiltas arsitek

Soal kredibilitas berbicara tentang kemampuan dan moralitas yang dimiliki seorang arsitek. Lalu bagaimana cara melihatnya? Anda bisa mengetahuinya dengan menanyakan status keanggotaannya dalam suatu organisasi profesional di Indonesia, seperti Ikatan Arsitek Indonesia(IAI).

  1. Perhatikan sikap profesionalisme seorang arsitek

Terakhir, jika Anda sudah cenderung menemukan calon arsitek yang tepat. Anda harus meminta detail penawaran produk jasa secara tertulis kepadanya. Seorang arsitek tentu harus mampu menggambarkan setiap material, biaya yang dibutuhkan, sistem pengerjaan hingga sistem pembayarannya. Semakin jelas arsitek menampilkan penawaran kerja yang bisa di berikan menunjukkan bahwa arsitek tersebut bisa bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab.
Demikian tips memilih arsitek yang tepat. Terlepas dari arsitek tersebut bekerja secara personal maupun bergabung dengan satuan perusahaan kontruksi tertentu, Anda tetap harus memperhatikan pertimbangan-pertimbangan pemilihan diatas. Jika salah pilih, maka hunian yang Anda impikan tidak akan bisa terwujud.

 

 

 

PT Total Imagi Nusantara